Pernahkah anda mendengar istilah Heat Shrink? Bila berbicara tentang Heat
Shrink maka akan banyak korelasinya dengan kabel. Bentuk Heat Shrink menyerupai
tube atau selang dan berfungsi untuk membungkus atau mengatur kabel. Cara
menggunakan Heat Shrink harus dipanasi terlebih dahulu, setelah dipanasi ukurannya
akan menyusut hingga setengah dari ukuran semula. Biasanya Heat Shrink disebut
sebagai selang bakar atau selotip bakar.
Heat
Shrink utamanya digunakan untuk membungkus kabel, lebih tepatnya melindungi
kabel dari sambungan atau menyambung kabel. Bisa juga hanya untuk menandai
kabel. Heat Shrink memiliki rasio penyusutan 2: 1 dan dengan suhu maksimal 125
derajat Celsius. Bila anda ingin menggunakan Heat Shrink, anda harus mengukur
diameter atau ukuran kabel yang digunakan, biasanya Heat Shrink berukuran
1milimeter setelah dipanasi, akan menjadi 1/2mm. itu dikarenakan daya kerut
Heat Shrink yang kuat. Anda harus memilih Heat Shrink sesuai diameter ukuran kabel yang akan disambung, lalu potong
secukupnya.
Lalu
Terlebih dahulu masukkan selongsong kabel sebelum kabel yang putus tersebut
akan disambung Panaskan dengan api kecil atau bisa menggunakan mata solder
Hasilnya kabel yang tersambung menjadi kuat dan rapi, dan menghindarkan kita
terkena arus listrik (setrum) yang keluar dari kabel.
Dibawah ini adalah contoh gambar Heat Shrink
Di balik fungsinya pada kabel, pengunaan Heat
Shrink ternyata dapat digunakan untuk kegunaan lainnya. Seperti interior
kendaraan, contohnya tongkat transmisi. Hal tersebut mungkin dilakukan
dikarenakan Heat Shrink memiliki ukuran yang sangat beragam. Heat Shrink telah
menjadi kebutuhan utama untuk menyambung kabel, tapi melihat kegunaan Heat
Shrink sekarang ini. Heat Shrink telah berkembang menjadi alternative untuk
modifikasi otomotif. Tidak sedikit penggemar otomotif yang menggunakan Heat
Shrink untuk mempercantik tampilan kendaraannya. Heat Shrink biasanya digunakan
untuk variasi yang berhubungan dengan kelistrikan, semisal lampu variasi,
klakson, dan peralatan variasi lainnya. Penggemar otomotif juga biasanya sering
menggunting dan menyambung kabel di tunggangan mereka, baik untuk mengambil
arus ataupun menjumper arus.
Dahulu kita sering mengandalkan isolasi untuk
menyambung kabel, tetapi setelah beberapa lama terpasang, biasanya kekuatan
isolasi akan mulai berkurang dan mengakibatkan sambungan kabel terlepas. Beruntung jika kabel yang terlepas tersebut
tidak konslet. Bila sebaliknya pasti akan berbahaya bagi pengendara motor atau
mobil. Pengunaan Heat Shrink yang bisa dibilang cukup mudah, menjadikan
Heat Shrink sering sekali digunakan.
Anda tidak percaya? Mari kita pelajari
selengkapnya cara menggunakan Heat Shrink. Siapkan saja gunting, korek api, dan
tentunya Heat Shrink, pilih kabel yang akan anda sambung. Sebelum mulai
disambung, anda harus mengukur terlebih dahulu berapa panjang Heat Shrink yang
akan anda gunakan. lalu Heat Shrink sesuai panjang yang tadi sudah anda ukur, masukkan
slang bakar tadi di salah satu kabel yang ingin disambung. Yang perlu
diperhatikan dalam menyambung kabel, Sebaiknya serat masing ujung kabel yang
ingin disambung dibagi dua. Lalu, ikat kabel yang satu dengan yang lainnya
seperti mengepang rambut. Tapi boleh
juga penyatuan kabel menggunakan timah solder. Setelah yakin ikatannya
cukup kuat, geser Heat Shrink tepat pada sambungan kabel tadi. Setelah itu,
panaskan Heat Shrinks. Panaskan sampai Heat Shrink menciut dan menutup secara
rata pada kabel. Tidak hanya bisa menutup sambungan kabel, Heat Shrink juga
bisa menutup antara kabel dan sekun (sambungan), caranya pun sama seperti
menyambung antar kabel. Dengan menggunakan Heat Shrink, sambungan antar kabel
atau kabel dengan sekun, bisa aman dari air ataupun panas hawa mesin yang
panas. Bagaimana? Cukup mudah bukan menggunakan Heat Shrink? Semoga artikel ini
dapat bermanfaat bagi anda dan selamat mencoba.